Bismillah...
Dari
dulu sebenarnya saya ingin menuliskan tentang sebuah kisah masa lalu yang
begitu menawan hati. kisah tentang kekuatan ummat Islam dimasa kejayaannya,
Daulah Khilafah Islamiyyah. Salah satu
dari sekian banyak kisah gemilang peradaban Islam adalah ketika masa
kekhalifahan Umar bin Abdul Aziz. Siapa yang tidak mengenal ketegasan, amanah,
dan kewibawaan beliau. Meskipun pemerintahannya tidaklah lama, hanya 2 tahun.
Namun kisah sejarah yang beliau torehkan untuk abad ini mengundang decak kagum,
baik dikalangan sejarawan, ulama, maupun para musuh Islam.
Ketika
beliau baru saja dingkat menjadi kepala pemerintahan di Damaskus. Ia
menggantikan Khalifah al Walid bin Abdul Malik. Pada masa pemerintahan Khalifah
al Walid, khalifah memugar masjid yang bernama Muawiyah. Dana pembangunan
mesjid tersebut adalah 5 juta dinar. Atap mesjid terbuat dari timah dan
terdapat 600 rantai emas untuk menggantungan lilin sebagai penerangannya.
Tapi
Khalifah merasa biaya pemugaran masjid terlalu megah sehingga beliau
menginginkan melepas semua rantai emas dan menjadikannya milik baitul maal atau
kas negara.
Para
penduduk Damaskus mendengar hal tersebut. namun mereka menentang keputusan
Umar. Padahal sebelumnya para penduduk menentang pemugaran masjid oleh Khalifah
al Walid. Ketika Khalifah al Walid ingin melaksanakan niatnya, datanglah utusan
resmi dari Romawi. Mereka ingin mengadakan kerjasama antara kedua negara,
Damaskus dan Romawi.
Dalam
kunjungannya, rombongan Romawi ini akan mengunjungi masjid Muawiyah. Dan salah
satu rombongan peserta itu terdapat golongan pendeta. Ketika rombongan ini
melihat masjid ini, tiba-tiba ada diantara pendeta itu yang jatuh pingsan.
Ia
kemudian langsung dibawa ke sebuah ruangan untuk diistrahatkan sampai beliau
sadar. Begitu sadar, salah seorang teman pendetanya bertanya:
“Mengapa
kamu pingsan? Apakah yang sudah terjadi?”
Pendeta
menghela napasnya lalu berucap dengan serius dan penuh ketakutan....
“Kita
pernah membicarakan bahwa kekuasaan orang-orang Arab tidak akan berlangsung
lama. Namun ketika aku melihat bangunan yang sangat megah itu, aku jadi ragu
dan bimbang. Aku semakin yakin bahwa kejayaan mereka akan lama hingga akhirnya
aku jatuh pingsan.”
Seorang
Muslim ternyata telah mendengarkan percakapan mereka. Tanpa berpikir lama ia
langsung memberitahukannya kepada Khalifah Umar bin Abdul Aziz.
Ketika
tahu, Khalifahpun tersadar tentang alasan dibalik kemegahan masjid muawiyyah,
ia lalu tegas berkata:
“Kalau
memang kemegahan masjid ini membuat mereka takut, maka aku tidak akan mencopot
apapun darinya. Bahkan, aku akan menjadikan Masjid Muawiyah bertambah megah
lagi,”
Dan
benar saja, Khalifah lalu memerintahkan untuk menghiasi mihrab masjid dengan
batu-batu mulia dan menggantungkan kembali tempat lilin yang terbuat dari emas
juga perak itu, maasyaaAllaah.
![]() | ||
| Mesjid Muawiyyah di Damaskus, |
Pembaca
sekalian yang dirahmati Allah SWT:
Betapa
ketegasan seorang pemimpin yang lembut kepada kaum muslim dan keras terhadap
kaum kafir itu menjadi sangat penting. Seperti firman Allah ta’ala:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَنْ يَرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا يَخَافُونَ لَوْمَةَ لَائِمٍ
Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari
agamanya, maka kelak Allâh akan mendatangkan suatu kaum yang Allâh mencintai
mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah-lembut terhadap
orang-orang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang
berjihad di jalan Allâh, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka
mencela. Itulah karunia Allâh, diberikan-Nya kepada siap yang dihendaki-Nya,
dan Allâh Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui
[al-Mâidah/5: 54]
Dan
Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi
dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu)
kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu
tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan
pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan
dianiaya (dirugikan)
(TQS al-Anfal [8]: 60).
Maka
tak ada alasan bagi seorang pemimpin untuk meberikan peluang kepada kaum kafir
untuk menyepelehkan apalagi menguasai apalagi menjadikan mereka sebagai
pemimpin. Pemimpin muslim haruslah kuat dan memiliki wibawa yang tinggi
sehingga musuhpun segan dan menghormati negaranya. dalam kisah diataspun jelas sampai-sampai kejayaan Islam pada masa itu mampu membuat seorang pendeta Romawi takjub hingga jatuh pingsan. MaasyaaAllaah.
Sesungguhnya
pemimpin Islam seperti beliau hanya akan ada ketika daulah Khilafah Islamiyyah
ditegakkan.
insyaaAllaah, sudah tidak lama lagi.... Allahuakbar.
