Berbagi cerita, Inspirasi, Dan Ilmu Barakallaah...

Sabtu, 19 November 2016

Takjubnya Pendeta Romawi pada Kemegahan Masjid Muawiyyah di Damaskus hingga Jatuh Pingsan


Bismillah...



Dari dulu sebenarnya saya ingin menuliskan tentang sebuah kisah masa lalu yang begitu menawan hati. kisah tentang kekuatan ummat Islam dimasa kejayaannya, Daulah Khilafah Islamiyyah.  Salah satu dari sekian banyak kisah gemilang peradaban Islam adalah ketika masa kekhalifahan Umar bin Abdul Aziz. Siapa yang tidak mengenal ketegasan, amanah, dan kewibawaan beliau. Meskipun pemerintahannya tidaklah lama, hanya 2 tahun. Namun kisah sejarah yang beliau torehkan untuk abad ini mengundang decak kagum, baik dikalangan sejarawan, ulama, maupun para musuh Islam.



Ketika beliau baru saja dingkat menjadi kepala pemerintahan di Damaskus. Ia menggantikan Khalifah al Walid bin Abdul Malik. Pada masa pemerintahan Khalifah al Walid, khalifah memugar masjid yang bernama Muawiyah. Dana pembangunan mesjid tersebut adalah 5 juta dinar. Atap mesjid terbuat dari timah dan terdapat 600 rantai emas untuk menggantungan lilin sebagai penerangannya.



Tapi Khalifah merasa biaya pemugaran masjid terlalu megah sehingga beliau menginginkan melepas semua rantai emas dan menjadikannya milik baitul maal atau kas negara.



Para penduduk Damaskus mendengar hal tersebut. namun mereka menentang keputusan Umar. Padahal sebelumnya para penduduk menentang pemugaran masjid oleh Khalifah al Walid. Ketika Khalifah al Walid ingin melaksanakan niatnya, datanglah utusan resmi dari Romawi. Mereka ingin mengadakan kerjasama antara kedua negara, Damaskus dan Romawi.



Dalam kunjungannya, rombongan Romawi ini akan mengunjungi masjid Muawiyah. Dan salah satu rombongan peserta itu terdapat golongan pendeta. Ketika rombongan ini melihat masjid ini, tiba-tiba ada diantara pendeta itu yang jatuh pingsan.



Ia kemudian langsung dibawa ke sebuah ruangan untuk diistrahatkan sampai beliau sadar. Begitu sadar, salah seorang teman pendetanya bertanya:


“Mengapa kamu pingsan? Apakah yang sudah terjadi?”


Pendeta menghela napasnya lalu berucap dengan serius dan penuh ketakutan....


“Kita pernah membicarakan bahwa kekuasaan orang-orang Arab tidak akan berlangsung lama. Namun ketika aku melihat bangunan yang sangat megah itu, aku jadi ragu dan bimbang. Aku semakin yakin bahwa kejayaan mereka akan lama hingga akhirnya aku jatuh pingsan.”



Seorang Muslim ternyata telah mendengarkan percakapan mereka. Tanpa berpikir lama ia langsung memberitahukannya kepada Khalifah Umar bin Abdul Aziz.



Ketika tahu, Khalifahpun tersadar tentang alasan dibalik kemegahan masjid muawiyyah, ia lalu tegas berkata:


“Kalau memang kemegahan masjid ini membuat mereka takut, maka aku tidak akan mencopot apapun darinya. Bahkan, aku akan menjadikan Masjid Muawiyah bertambah megah lagi,”



Dan benar saja, Khalifah lalu memerintahkan untuk menghiasi mihrab masjid dengan batu-batu mulia dan menggantungkan kembali tempat lilin yang terbuat dari emas juga perak itu, maasyaaAllaah.


Mesjid Muawiyyah di Damaskus,



Pembaca sekalian yang dirahmati Allah SWT:



Betapa ketegasan seorang pemimpin yang lembut kepada kaum muslim dan keras terhadap kaum kafir itu menjadi sangat penting. Seperti firman Allah ta’ala:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَنْ يَرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا يَخَافُونَ لَوْمَةَ لَائِمٍ



Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allâh akan mendatangkan suatu kaum yang Allâh mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah-lembut terhadap orang-orang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allâh, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allâh, diberikan-Nya kepada siap yang dihendaki-Nya, dan Allâh Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui


[al-Mâidah/5: 54]



Dan



Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan)


(TQS al-Anfal [8]: 60).



Maka tak ada alasan bagi seorang pemimpin untuk meberikan peluang kepada kaum kafir untuk menyepelehkan apalagi menguasai apalagi menjadikan mereka sebagai pemimpin. Pemimpin muslim haruslah kuat dan memiliki wibawa yang tinggi sehingga musuhpun segan dan menghormati negaranya. dalam kisah diataspun jelas sampai-sampai kejayaan Islam pada masa itu mampu membuat seorang pendeta Romawi takjub hingga jatuh pingsan. MaasyaaAllaah.



Sesungguhnya pemimpin Islam seperti beliau hanya akan ada ketika daulah Khilafah Islamiyyah ditegakkan.


insyaaAllaah, sudah tidak lama lagi.... Allahuakbar.

0 komentar:

Posting Komentar

Social Profiles

Twitter Facebook Google Plus LinkedIn RSS Feed Email Pinterest

About

Popular Posts

BTemplates.com

Blogroll

Blogroll

About

Copyright © The Busy Emak's Blog | Powered by Blogger
Design by Lizard Themes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com